KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI - Diluar Sekolah

Rabu, 25 November 2015

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI

Pengertian Ilmu Ekonomi

 KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
Paul A. Sa,uelson seorang ahli ekonomi dari Amerika Serikat dalam bukunya Economics, mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan dalam rangka memproduki berbagai komoditas untuk kemudian menyalurkannya, baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
Dari definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa ilmu ekonomi menyangkut hal-hal berikut.
1.      Ekonomi sangat erat kaitannya dengan perilaku individu dan masyarakat.
2.      Adanya sumber daya langka, tetapi memiliki beberapa alternatif penggunaan.
3.      Kegiatan ekonomi terdiri dari produksi, distribusi (penyaluran), dan konsumsi.
4.      Konsumen bisa saja dalam bentuk masyarakat kelompok atau individu.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
Ilmu ekonomi berhubungan dengan hukum ekonomi. Hukum ekonomi adalah hubungan antara peritiwa-peristiwa ekonomi. Sebagai contoh, hukum permintaan dan penawaran, apabila penawaran suatu barang tetap dan permintaan bertambah, maka harga akan naik begitu juga sebaliknya. Hukum ekonomi tidak berlaku mutlak seperti halnya dalam ilmu pasti, sebab pada dasarnya hukum ekonomi bertitik tolak dari tingkah laku manusia dalam masyarakat. Jadi, hukum ekonomi akan berlaku bila keadaan yang lain tetap atau tidak berubah, keadaan demikian disebut cateris paribus.
Hukum ekonomi tidak berlaku mutlak disebabkan beberapa hal berikut ini.
1.      Selera manusia selalu berubah.
2.      Tingkat kebudayaan manusia selalu berubah
3.      Pendapatan masyarakat mengalami perubahan
4.      Adanya perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu

Hubungan yang terjadi dalam hukum ekonomi dapat dibedakan menjadi seperti berikut.
1.      Hubungan kausal (hubungan sebab akibat)
Suatu peristiwa yang muncul menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain, kejadian ini tidak dapat berlaku sebaliknya. Contoh gaji pegawai negeri naik, menyebabkan harga mengalami peningkatan sebagai gaji benar-benar dinaikkan.
2.      Hubungan fungsional
Hubungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Contoh permintaan banyak sedangkan penawaran sedikit, maka harga akan naik. Permintaan sedikit sedangkan penawaran banyak, maka harga akan turun.


B.     Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro
1.      Pengertian Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro adalah suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Ekonomi mikro membicarakan dan membahas unit-unit individu seperti rumah tangga dan perusahaan, misal bagaimana rumah tangga mengalokasikan pendapatannya untuk membeli berbagai hal antara lian sebagai berikut.
a.Tentang penentuan tingkat produksi suatu perusahaa agar diperoleh laba pada tingkat yang maksimal.
b.Membahas biaya perusahaan dalam menghasilkan suatu produk tertentu jenis-jenis struktur pasar yang dimasuki perusahaan dan industri.
2.      Pengertian Ekonomi Makro
Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari (membahas) perekonomian sebagai suatu keseluruhan dan mengakibatkan unit-unit endivenden serta masalah-masalah yang dihadapi individu/unit-unit tersebut. Ekonomi makro memusatkan perhatian pada perekonomian secara keseluruhan (total output) dan tingkat harga umum bukan tingkat produksi per perusahaan atau harga suatu unit produk. Ekonomi makro membahas isu-isu penting yang selalu dihadapi suatu perekonomian.
Ekonomi makro tidak hanya menerangkan faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi negara dan keadaan yang menciptakan berbagai masalah tetapi juga menerangkan pula langkah-langkah yang dapat digunakan pemerintah untuk mengatasi masalah.
Berikut ini masalah ekonomi makro yang dihadapi suatu negara.
a.       Masalah pertumbuhan ekonomi
b.      Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi
c.       Masalah pengangguran
d.      Masalah inflasi serta ketimpangan neraca perdagangan serta neraca pembayaran

            Perbedaan ekonomi mikro dengan ekonomi makro
Bahan Analisis
Ekonomi Mikro
Ekonomi Makro
Harga
Analisis harga tentang harga barang tertentu
Analisis harga tentang harga keseluruhan
Unit analisis
Analisis tentang tingkah laku pelaku ekonomi tertentu seperti produsen dan konsumen
Analisis tentang permasalahan ekonomi secara keseluruhan seperti produksi nasional, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi
Tujuan analisis
Memahami bagaimana mengalokasikan produksi agar dicapai kombinasi yang tepat
Menganalisis pengaruh kegiatan ekonomi tertentu terhadap kinerja perekonomian secara nasional
C.    Peranan Pemerintah
Campur tangan pemerintah terbesar pada sistem ekonomi komando dan campur tangan terkecil ada pada sistem ekonomi pasar. Sementara itu, sistem ekonomi campuran berada diantara keduanya. Meskipun memiliki kadar yang berbeda, ketiga sistem ekonomi ini tetap membutuhkan campur tangan pemerintah untuk mencapai kestabilan ekonominya, baik dalam segi makro dan mikro.
D.    Pengertian Ekonomi Makro dan Permasalahannya
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro terletak pada cara pandangnya dalam mempelajari ilu ekonomi. Kalau ekonomi mikro mempelajari kegiatan ekonomi dari unit ekonomi individual, sedangkan ekonomi makro mempelajari kegiatan ekonomi secara totalitas.
Teori ekonomi makro lahir dengan ditandai terbitnya buku The General Theory of Employment Interest and Money pada tahun 1937 oleh John Mayard Keynes.
1.      Permasalahan Ekonomi Makro
Ekonomi makro merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang dapat membantu memecahkan permasalah kebijakan ekonomi secara umum. Tugas pengendalian ekonomi makro adalah mengusahakan agar perekonomian suatu negara bisa bekerja dan tumbuh secara seimbang terhindar dari keadaan yang menggangu keseimbangan umum.
2.      Pengangguran
Proses pembangunan ekonomi juga ditandai adanya perubahan struktur penduduk dan ketenagakerjaan terjadi karena jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada ketersediaan lapangan kerja. Berdasarkan tingkat pengangguran ini dapat diketahui apakah perekonomian sudah mencapai kesempatan kerja penuh (full employment) atau belum.
3.      Permasalahan Kependudukan dan Ketenagakerjaan di Indonesia
a.       Pertumbuhan penduduk dan struktur
b.      Urbanisasi
c.       Tenaga kerja

E.     Masalah-masalah yang Dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi
Beberapa masalah penting dalam perekonomian suatu negara, yaitu masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai perkembangan kegiatan pereonomian yang menyebabkan bertambahnya barang dan jasa yang diproduksi masyarakat
Dalam pertumbuhan ekonomi ada beberapa hal yang harus dihadapi antara lain sebagai berikut :
1.      Masalah Kependudukan
Adal lima masalah yang harus dihadapi pemerintah di bidang kependudukan, yaitu sebagi berikut :
a.       Jumlah penduduk yang sangat besar. Indonesia sebagai salah satu negarayang terbesar di dunia, maka banyak masalah yang dihadapi dalam pertumbuhan ekonomi.
b.      Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi
c.       Komposisi penduduk menurut umur yang tidak menguntungkan dimana usia muda berada dalam jumlah paling besar. Berarti penduduk yang usia angkatan kerja setiap tahun semakin meningkat dan kebutuhan lapangan kerja semakin besar.
d.      Penyebaran penduduk tidak merata sekitar 70% penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa. Ini membuat potensi alam yang ada diluar pulau Jawa tidak dikelola secara maksimal.
e.       Arus urbanisasi yang relatif tinggi. Penduduk perkotaan berkembang semakin pesat karena sebagian masyarakat berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan.
Langkah-langkah untuk megatasi masalah kependudukan :
a.       Mengendalikan tingat kelahiran dengan program keluarga berencana
b.      Mengurangi tingkat kematian ibu dan anak melalui program peningkatan gizi keuarga
c.       Mengadakan transmigrasi lokal maupun nasional untuk pemerataan penduduk
d.      Mengadakan proyek-proyek didaerah serta proyek padat karya untuk mningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi arus urbanisasi.
2.      Masalah Kemiskinan
Kemiskinan adalah perwujudan dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan  masyarakat 
3.      Masalah Keterbelakangan
Indonesia masih termasuk negara terbelakang di bidang berikut ini:
a.       Pendidikan, tingkat pendidikan rendah karena sebagian besar penduduk Indonesia hanya berpendidikan dasar
b.      Kesehatan, tingkat kematian cukup tinggi dikarenakan keterbatasan tenaga medis, obat-obatan, dan peralatan
c.       Ekonomi, rendahnya pendapatan per kapita banyaknya pengangguran terbatasnya pasar untuk produk dalam negeri tingkat manajemen dan profesionalitas rendah
d.      Kemajuan teknologi, Indonesia masih banyak mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri untuk pekerjaan tertentu. Peralatan masih sederhana, peralatan mesin-mesin yang berteknologi didatangkan dari luar negeri.
4.      Masalah Lapangan Kerja
Akibat dari krisis ekonomi, yaitu meningkatnya pengangguran baik di desa maupun kota. Pengangguran di negara kita tidak semata-mata terjadi karena tidak tersedianya lapangan kerja, tapi juga disebabkan oleh berikut ini.
a.       Rendahnya mutu angkatan kerja baik dari segi pendidikan, keterampilan maupun penguasaan IPTEK
b.      Banyaknya lulusan pendidikan menengah dan tinggi setiap tahun sehingga terjadi ketimpangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja
Usaha yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja.
a.       Peningkatan pendidikan
b.      Pemerataan kursus keterampilan
c.       Pemerataan pembangunan
d.      Proyek-proyek padat karya
e.       Pemberian kredit usaha kecil
5.      Masalah Pemerataan Pembangunan
Pembangunan tidak merata mengakibatkan terjadinya jurang pemisah antara daerah yang satu dengan yang lain. Program-program yang dijalankan pemerintah untuk mengatasi masalah ini antara lain sebagai berikut .
a.       Pemerataan pembagian pendapatan
b.      Pemerataan kesempatan kerja
c.       Pemerataan kesempatan berusaha
d.      Pemerataan pembangunan ke seluruh tanah air
e.       Pemerataan kesempatan untuk memperoleh keadilan
f.        Kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
6.      Masalah Inflasi
Inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi antara lain sebagai berikut.
a.       Tingkat pengeluaran keseluruhan melibihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa
b.      Tuntutan kenaikan upah pekerja
c.       Kenaikan harga barang impor
d.      Penambahan penawaran uang
e.       Kekacauan politik dan ekonomi
7.      Ketidakseimbangan Neraca Perdagangan dan Pembayaran
Neraca pembayaran adalah suatu ringkasan transaksi yang mnunjukkan aliran pembayaran dari negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain dalam satu tahun. Defisit neraca pembayaran menimbulkan beberapa efek buruk terhadap kegiatan dan kestabilan ekonomi suatu negara. Defisit akibat dari impor berlebihan akan mengakibatkan penurunan dalam kegiatan ekonomi dalam negeri karena konsumen mengganti barang yang diproduksi dalam negeri dengan barang impor.



Share with your friends