KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
Pengertian Ilmu Ekonomi
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
Paul A. Sa,uelson seorang ahli ekonomi dari Amerika Serikat dalam bukunya Economics, mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan dalam rangka memproduki berbagai komoditas untuk kemudian menyalurkannya, baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
Paul A. Sa,uelson seorang ahli ekonomi dari Amerika Serikat dalam bukunya Economics, mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan dalam rangka memproduki berbagai komoditas untuk kemudian menyalurkannya, baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
Dari
definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa ilmu ekonomi menyangkut hal-hal
berikut.
1. Ekonomi
sangat erat kaitannya dengan perilaku individu dan masyarakat.
2. Adanya
sumber daya langka, tetapi memiliki beberapa alternatif penggunaan.
3. Kegiatan
ekonomi terdiri dari produksi, distribusi (penyaluran), dan konsumsi.
4. Konsumen
bisa saja dalam bentuk masyarakat kelompok atau individu.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
Ilmu ekonomi berhubungan dengan hukum
ekonomi. Hukum ekonomi adalah hubungan antara peritiwa-peristiwa ekonomi.
Sebagai contoh, hukum permintaan dan penawaran, apabila penawaran suatu barang
tetap dan permintaan bertambah, maka harga akan naik begitu juga sebaliknya.
Hukum ekonomi tidak berlaku mutlak seperti halnya dalam ilmu pasti, sebab pada
dasarnya hukum ekonomi bertitik tolak dari tingkah laku manusia dalam
masyarakat. Jadi, hukum ekonomi akan berlaku bila keadaan yang lain tetap atau
tidak berubah, keadaan demikian disebut cateris
paribus.
Hukum
ekonomi tidak berlaku mutlak disebabkan beberapa hal berikut ini.
1. Selera
manusia selalu berubah.
2. Tingkat
kebudayaan manusia selalu berubah
3. Pendapatan
masyarakat mengalami perubahan
4. Adanya
perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu
Hubungan
yang terjadi dalam hukum ekonomi dapat dibedakan menjadi seperti berikut.
1. Hubungan
kausal (hubungan sebab akibat)
Suatu peristiwa yang muncul menyebabkan
terjadinya peristiwa yang lain, kejadian ini tidak dapat berlaku sebaliknya.
Contoh gaji pegawai negeri naik, menyebabkan harga mengalami peningkatan
sebagai gaji benar-benar dinaikkan.
2. Hubungan
fungsional
Hubungan yang saling mempengaruhi satu
dengan yang lainnya. Contoh permintaan banyak sedangkan penawaran sedikit, maka
harga akan naik. Permintaan sedikit sedangkan penawaran banyak, maka harga akan
turun.
B.
Perbedaan
Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro
1.
Pengertian
Ekonomi Mikro
Ekonomi
mikro adalah suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis bagian-bagian
kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Ekonomi mikro membicarakan dan
membahas unit-unit individu seperti rumah tangga dan perusahaan, misal
bagaimana rumah tangga mengalokasikan pendapatannya untuk membeli berbagai hal
antara lian sebagai berikut.
a.Tentang
penentuan tingkat produksi suatu perusahaa agar diperoleh laba pada tingkat yang
maksimal.
b.Membahas
biaya perusahaan dalam menghasilkan suatu produk tertentu jenis-jenis struktur
pasar yang dimasuki perusahaan dan industri.
2. Pengertian
Ekonomi Makro
Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang
mempelajari (membahas) perekonomian sebagai suatu keseluruhan dan mengakibatkan
unit-unit endivenden serta masalah-masalah yang dihadapi individu/unit-unit
tersebut. Ekonomi makro memusatkan perhatian pada perekonomian secara keseluruhan
(total output) dan tingkat harga umum bukan tingkat produksi per perusahaan
atau harga suatu unit produk. Ekonomi makro membahas isu-isu penting yang
selalu dihadapi suatu perekonomian.
Ekonomi makro tidak hanya menerangkan
faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi negara dan keadaan yang
menciptakan berbagai masalah tetapi juga menerangkan pula langkah-langkah yang
dapat digunakan pemerintah untuk mengatasi masalah.
Berikut
ini masalah ekonomi makro yang dihadapi suatu negara.
a. Masalah
pertumbuhan ekonomi
b. Masalah
ketidakstabilan kegiatan ekonomi
c. Masalah
pengangguran
d. Masalah
inflasi serta ketimpangan neraca perdagangan serta neraca pembayaran
Perbedaan ekonomi mikro dengan
ekonomi makro
Bahan
Analisis
|
Ekonomi
Mikro
|
Ekonomi
Makro
|
Harga
|
Analisis harga tentang
harga barang tertentu
|
Analisis harga tentang
harga keseluruhan
|
Unit
analisis
|
Analisis tentang
tingkah laku pelaku ekonomi tertentu seperti produsen dan konsumen
|
Analisis tentang
permasalahan ekonomi secara keseluruhan seperti produksi nasional,
pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi
|
Tujuan
analisis
|
Memahami bagaimana
mengalokasikan produksi agar dicapai kombinasi yang tepat
|
Menganalisis pengaruh
kegiatan ekonomi tertentu terhadap kinerja perekonomian secara nasional
|
C.
Peranan
Pemerintah
Campur tangan pemerintah terbesar pada
sistem ekonomi komando dan campur tangan terkecil ada pada sistem ekonomi
pasar. Sementara itu, sistem ekonomi campuran berada diantara keduanya.
Meskipun memiliki kadar yang berbeda, ketiga sistem ekonomi ini tetap
membutuhkan campur tangan pemerintah untuk mencapai kestabilan ekonominya, baik
dalam segi makro dan mikro.
D. Pengertian
Ekonomi Makro dan Permasalahannya
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
terletak pada cara pandangnya dalam mempelajari ilu ekonomi. Kalau ekonomi
mikro mempelajari kegiatan ekonomi dari unit ekonomi individual, sedangkan
ekonomi makro mempelajari kegiatan ekonomi secara totalitas.
Teori
ekonomi makro lahir dengan ditandai terbitnya buku The General Theory of Employment Interest and Money pada tahun 1937
oleh John Mayard Keynes.
1. Permasalahan
Ekonomi Makro
Ekonomi
makro merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang dapat membantu memecahkan
permasalah kebijakan ekonomi secara umum. Tugas pengendalian ekonomi makro
adalah mengusahakan agar perekonomian suatu negara bisa bekerja dan tumbuh
secara seimbang terhindar dari keadaan yang menggangu keseimbangan umum.
2. Pengangguran
Proses
pembangunan ekonomi juga ditandai adanya perubahan struktur penduduk dan
ketenagakerjaan terjadi karena jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada
ketersediaan lapangan kerja. Berdasarkan tingkat pengangguran ini dapat
diketahui apakah perekonomian sudah mencapai kesempatan kerja penuh (full employment) atau belum.
3. Permasalahan
Kependudukan dan Ketenagakerjaan di Indonesia
a. Pertumbuhan
penduduk dan struktur
b. Urbanisasi
c. Tenaga
kerja
E.
Masalah-masalah
yang Dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi
Beberapa
masalah penting dalam perekonomian suatu negara, yaitu masalah pertumbuhan
ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai perkembangan kegiatan
pereonomian yang menyebabkan bertambahnya barang dan jasa yang diproduksi
masyarakat
Dalam
pertumbuhan ekonomi ada beberapa hal yang harus dihadapi antara lain sebagai
berikut :
1. Masalah
Kependudukan
Adal
lima masalah yang harus dihadapi pemerintah di bidang kependudukan, yaitu
sebagi berikut :
a. Jumlah
penduduk yang sangat besar. Indonesia sebagai salah satu negarayang terbesar di
dunia, maka banyak masalah yang dihadapi dalam pertumbuhan ekonomi.
b. Laju
pertumbuhan penduduk yang tinggi
c. Komposisi
penduduk menurut umur yang tidak menguntungkan dimana usia muda berada dalam
jumlah paling besar. Berarti penduduk yang usia angkatan kerja setiap tahun
semakin meningkat dan kebutuhan lapangan kerja semakin besar.
d. Penyebaran
penduduk tidak merata sekitar 70% penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa. Ini
membuat potensi alam yang ada diluar pulau Jawa tidak dikelola secara maksimal.
e. Arus
urbanisasi yang relatif tinggi. Penduduk perkotaan berkembang semakin pesat
karena sebagian masyarakat berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan.
Langkah-langkah
untuk megatasi masalah kependudukan :
a. Mengendalikan
tingat kelahiran dengan program keluarga berencana
b. Mengurangi
tingkat kematian ibu dan anak melalui program peningkatan gizi keuarga
c. Mengadakan
transmigrasi lokal maupun nasional untuk pemerataan penduduk
d. Mengadakan
proyek-proyek didaerah serta proyek padat karya untuk mningkatkan taraf hidup
masyarakat dan mengurangi arus urbanisasi.
2. Masalah
Kemiskinan
Kemiskinan
adalah perwujudan dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat
3. Masalah
Keterbelakangan
Indonesia
masih termasuk negara terbelakang di bidang berikut ini:
a. Pendidikan,
tingkat pendidikan rendah karena sebagian besar penduduk Indonesia hanya
berpendidikan dasar
b. Kesehatan,
tingkat kematian cukup tinggi dikarenakan keterbatasan tenaga medis,
obat-obatan, dan peralatan
c. Ekonomi,
rendahnya pendapatan per kapita banyaknya pengangguran terbatasnya pasar untuk
produk dalam negeri tingkat manajemen dan profesionalitas rendah
d. Kemajuan
teknologi, Indonesia masih banyak mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri
untuk pekerjaan tertentu. Peralatan masih sederhana, peralatan mesin-mesin yang
berteknologi didatangkan dari luar negeri.
4. Masalah
Lapangan Kerja
Akibat
dari krisis ekonomi, yaitu meningkatnya pengangguran baik di desa maupun kota.
Pengangguran di negara kita tidak semata-mata terjadi karena tidak tersedianya
lapangan kerja, tapi juga disebabkan oleh berikut ini.
a. Rendahnya
mutu angkatan kerja baik dari segi pendidikan, keterampilan maupun penguasaan
IPTEK
b. Banyaknya
lulusan pendidikan menengah dan tinggi setiap tahun sehingga terjadi
ketimpangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja
Usaha
yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja.
a. Peningkatan
pendidikan
b. Pemerataan
kursus keterampilan
c. Pemerataan
pembangunan
d. Proyek-proyek
padat karya
e. Pemberian
kredit usaha kecil
5. Masalah
Pemerataan Pembangunan
Pembangunan
tidak merata mengakibatkan terjadinya jurang pemisah antara daerah yang satu
dengan yang lain. Program-program yang dijalankan pemerintah untuk mengatasi
masalah ini antara lain sebagai berikut .
a. Pemerataan
pembagian pendapatan
b. Pemerataan
kesempatan kerja
c. Pemerataan
kesempatan berusaha
d. Pemerataan
pembangunan ke seluruh tanah air
e. Pemerataan
kesempatan untuk memperoleh keadilan
f.
Kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan
pelayanan kesehatan
6. Masalah
Inflasi
Inflasi
adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian.
Faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi antara lain sebagai berikut.
a. Tingkat
pengeluaran keseluruhan melibihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang
dan jasa
b. Tuntutan
kenaikan upah pekerja
c. Kenaikan
harga barang impor
d. Penambahan
penawaran uang
e. Kekacauan
politik dan ekonomi
7. Ketidakseimbangan
Neraca Perdagangan dan Pembayaran
Neraca
pembayaran adalah suatu ringkasan transaksi yang mnunjukkan aliran pembayaran
dari negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain dalam
satu tahun. Defisit neraca pembayaran menimbulkan beberapa efek buruk terhadap
kegiatan dan kestabilan ekonomi suatu negara. Defisit akibat dari impor
berlebihan akan mengakibatkan penurunan dalam kegiatan ekonomi dalam negeri
karena konsumen mengganti barang yang diproduksi dalam negeri dengan barang
impor.